Jumaat, 17 Ogos 2018

NUR MUHAMAT TERPANCAR DI WAJJAH BAPAKNYA RASULULLAH SEBELUM LAHIR BAGINDA KEBUMI.,.,.,



WAJIB BAGI KITA BERAQIDAH ABU HASAN MENYATAKAN BAHAWA NUR MUHAMAT ITU ADALAH NENEK MOYANG SEGALA ROH KETURUNAN PARA RASUL DAN NABI YANG MANA DI NAMAKAN DENGAN NUR MUHAMAT MAHLUK PERTAMA ALLAH CIPTAKAN UNTUK MELAHIRKAN NABI ADAM DAN UNTUK MELAHIRKAN NABI AKHIR ZAMAN AHMAD BIN ABDULLAH .,., SEBAGAI MANA RIWAYAT HADIS YANG MENCERITAKAN KETIKA MANA WANITA WANITA YAHUDI DAN NASRANI DAN JAHILIAH YANG TAAD AKAN PERINTAH ALLAH WAKTU ITU SEBELUM LAHIR AHMAD BIN ABDULLAH TELAH DAPAT MELIHAT NUR MUHAMAT DALAM DIRI BAPAK NYA RASULULLAH SAW SEBELUM DI MASUKKAN KEDALAM RAHIM IBUNDANYA UMMU AMINAH.,.,,. DARI SINI JELAS KETIKA MANA SAAT SAAT KETIKA SEBELUM LAHIR NYA BAGINDA RASUL AKHIR ZAMAN yakni'''DIRI NUR MUHAMAT YANG TELAH ALLAH JADIKAN SEAWAL AWAL PENCIPTAAN DAN DARI NUR MUHAMAT LAH JUA LAHIR NABI ADAM HINGGA SAMPAI LAHIR NYA BAGINDA RASULULLAH SAW NABI AKHIR ZAMAN.,,.Banyak sekali terdapat dalam kitab-kitab tasauf, sirah dan maulid kenyataan yang menunjukkan bahawa kejadian pertama alam semesta ini adalah Nur Muhammad. Kenyataan seperti ini telah menimbulkan banyak pula fahaman-fahaman lain berhubung dengan Rasulullah s.a.w seperti Rasulullah s.a.w. tidak mempunyai bayang, tergila-gilanya perempuan-perempuan kepada ayahanda Nabi s.a.w. ketika Nur Muhammad dikatakan memancar di dahinya sampai membawa mereka mati dan sebagainya. Ia juga mendekatkan kepada konsep “Nur Panjthan” (yang bermaksud, Nabi Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain) yang dikatakan berlegar-legar mengelilingi arasy sebelum kejadian alam semesta selama 50,000 tahun mengikut ajaran Syiah. Ia juga merupakan punca kesesatan golongan Barelwi yang mempercayai bahawa Nabi Muhammad bukannya seorang manusia biasa dari segi kejadian asalnya tetapi kejadiannya berbeza dari yang lain kerana ia adalah Nur yang terpancar daripada nur Allah. Untuk ini banyak sekali ayat-ayat Al-Quran ditakwilkan dengan sewenang-wenangnya dan banyak pula hadis-hadis yang sahih diketepikan atau diabaikan langsung.,. Ibnu Ishaq berkata : Setelah Abdulloh (bapak Rosululloh) selamat dari penyembelihan dengan dibayar dengan 100 ekor unta, maka Abdul Mutholib mengajaknya pergi. Saat berada dekat ka’bah lewatlah seorang wanita dari Bani Asad bin Abdul Uzza, namanya Ummu Qottal binti Naufal bin Asad, dia adalah saudari Waroqoh bin Naufal. Saat wanita tersebut melihat wajah Abdulloh, maka dia berkata : Engkau mau pergi kemana wahai Abdulloh ? Abdulloh menjawab : Saya mau pergi bersama bapakku.” Wanita itu pun berkata : Saya akan memberimu unta sebanyak yang disembelih sebagai gantimu, tapi setubuhilah saya sekarang.” Abdulloh berkata : Saya sedang bersama bapakku dan saya tidak bisa untuk menyelisihi serta berpisah dengannya.” Selanjutnya Abdul Mutholib membawa Abdulloh menemui Wahb bin Abdu Manaf bin Zahroh (dia adalah bapaknya Aminah, ibunda Rosululloh) lalu dia menikahkan putrinya Aminah dengan Abdulloh, dan saat itu Aminah adalah wanita Quraisy yang paling agung nasab dan kedudukannya. Lalu Abdulloh pun mengumpulinya dan Aminah pun hamil Rosululloh, kemudian Abdulloh keluar menemui wanita yang menawarkan dirinya kemarin, dan saat itu wanita tersebut masih berada di tempat semula. Abdulloh berkata : Kenapa engkau tidak menawarkan dirimu sebagaimana yang engkau lakukan kemarin ? Wanita itu menjawab : Cahaya yang ada padamu kemarin telah hilang darimu, maka saya tidak butuh padamu lagi.” Hal ini dilakukan oleh wanita tersebut karena dia mendengar dari saudaranya Waroqoh bin Naufal yang saat itu sudah memeluk agama nashroni, dia berkata bahwa akan muncul dari ummat ini seorang nabi dari keturunan Isma’il.” Akhirnya dari rahim Aminah binti Wahb lahirlah Rosululloh dengan nasab yang mulia, karena bapaknya adalah Abdulloh bin Abdul Mutholib, sedangkan Abdul Mutholib adalah pemimpin Quraisy, dan ibunya adalah wanita Quraisy yang mulia ditambah lagi dengan cahaya yang terdapat pada diri Abdulloh yang kemudian berpindah pada Aminah. (Lihat Siroh Ibnu Hisyam 1/100 dengan sedikit diringkas) Kemasyhuran kisah ini : Kisah ini sangat masyhur dan banyak dikisahkan terutama pada bulan Robiul awal yang merupakan bulan kelahiran Rosululloh. Dimana banyak orang yang merayakan acara maulid nabawi yang jelas-jelas bid’ah. Dalam-acara tersebut sering dikisahkan dan bahkan hal ini sudah menjadi keyakinan mereka bahwa yang pertama kali diciptakan oleh Alloh adalah Nur (cahaya) Muhammad, kemudian Alloh meletakkanya pada rahim Hawa, kemudian nur inipun pindah dari satu rahim ke rahim lainnya dengan cara pernikahan yang mulia dan pada orang-orang yang mulia, sampai akhirnya sampailah kepada Abdulloh yang kemudian berpindah kepada Aminah, yang kemudian dari nur itulah lahir nabi Muhammad. Kisah inilah yang sering diistilahkan dengan perjalanan Nur Muhammad.Matan kisah ini mudlthorib. Hal ini disebabkan tidak jelasnya nama wanita yang menawarkan dirinya pada Abdulloh (bapak Rosululloh), karena kalau dilihat dalam semua riwayat yang menceritakan kisah ini, maka akan ditemukan bahwa nama wanita ini berbeda beda. Ada yang menyebutkan dengan nama Ummu Qottal, ada yang Laila al Adawiyyah, ada yang menyebutkan bahwa dia adalah seorang wanita dukun dari daerah Tubalah, ada lagi yang menyatakan bahwa dia adalah wanita dari Khots’am dan masih ada beberapa yang lainya. Dalam kisah ini disebutkan bahwa Abdulloh datang lagi kepada wanita tersebut untuk berzina, dan ini bertentangan dengan kaedah umum tentang kesucian nasab para nabi. Kedua : Dari Ibnu Abbas berkata : “Ada seorang wanita dari bani Khots’am menawarkan dirinya (untuk berzina) pada waktu musim haji, dia adalah seorang wanita yang cantik, dia datang untuk thowaf di baitulloh sambil membawa sebuah barang seakan-akan ingin menjualnya, lalu dia mendatangi Abdulloh bin Abdul Mutholib (berkata Rowi : Saya sangka bahwa Abdulloh mengagumi kecantikannya) wanita itu berkata : Demi Alloh, saya sebenarnya tidak kepingin thowaf membawa barang ini, dan saya pun tidak butuh kepada harganya, yang saya inginkan hanyalah untu melihat kaum laki-laki, adakah yang cocok buatku, maka kalau engkau menginginkanku segeralah berdiri.” Maka Abdulloh berkata : Kau tunggu saja disini sehingga saya akan kembali.” Lalu Abdulloh pergi dan mengumpuli istrinya, yang akhirnya hamil Rosululloh. Tatkala dia kembali kepada wanita tersebut, maka dia berkata: Kamu masih disini ? wanita itu balik bertanya : Kamu ini siapa ? Abdulloh menjawab : Saya orang yang berjanji denganmu.” Wanita itu menjawab : Tidak, kamu bukan dia, namun jika kamu benar-benar dia, maka tadinya saya melihat ada cahaya di wajahmu yang tidak lagi aku lihat sekarang.”

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

WAJIB PERCAYA SIBGAH ALLAH DENGAN YAKIN,..,,.

SEBAGAI MANA WAJIB KEATAS SETIAP MUKALLAF YANG MANA PERCAYA BAHAWA SETIAP SESUATU ADALAH BERLAKU ENGAN SUBGAH ALLAH (YAKNI TAKDIR QADDA...