DALAM PENCARIAN ALLAH SEBAGAI MUKALLAF WAJIB KITA BERIQTIQOD SEBAGAI MANA ULAMAK ULAMAK TAUHID DAN SEBAGAI MANA AQIDAH ULAMAK ULAMAK MELAYU ISLAM YANG MANA ALLAH ITU ADA TIADA BERTEMPAT DAN DZAT ITU ADALAH DIRI ALLAH SAWT SENDIRI .,,. SEBAGAI MANA JELAS DALAM AQIDAH ASR-ARIYAH PEGANGAN KITA SEDARI ULAMAK ULAMAK MELAYU ISLAM YANG MANA BERPEGANG PADA SIFAT 20 ,NUR MUHAMAT DAN ILMU QALAM .,,.., DARI SINI PECAHAN AQIDAH TENTANG ILMU MENGENAL ALLAH DI TERJEMAHKAN SEBAGAI ILMU TAUHID DAN ILMU MANGRIFATULLAH.,.,.,
DARI SINI LAHIR PAHAMAN DAN KITAB KITAB TENTANG UJUD ALLAH DALAM QALBU SETIAP ORANG BERIMAN .,.,., LAHIR ALLAH DALAM SETIAP PANDAGAN ORANG ORANG YANG SOLEH .,., LAHIR PANDAGAN ALLAH DALAM SETIAP JIWA JIWA MUJAHIT DALAM JIHAT MEREKA .,.,.,., DALAM PENGERTIAN MELIHAT ALLAH DAPAT DI TERJEMAHKAN BAHAWA HAKIKAT ALLAH ITU DALAM DIRI INSAN SEBAGAI CAHAYA NUR MUHAMAT YAKNI CAHAYA IMAN CAHAYA ILMU CAHAYA ILLLAH YANG MENGALIR TERUS DARI ALLAH DZAT YANG MAHA QADIM KEDALAM JIWA JASAT TUBUH BADAN INSAN .,,. Sesungguhnya Allah adalah nama dzat dari Tuhan swt yang diperkenalkan sendiri oleh-Nya. Selain sebagai nama bagi zat Tuhan swt, Allah adalah juga tempat terkumpulnya atau terhimpunnya seluruh sifat yang dikandung dzat-Nya, sehingga Allah sebagai sebutan yang utama untuk Tuhan sudah meliputi Tuhan secara keseluruhan yang terdiri dari dzat dan sifat-Nya. Hubungan antara zat dan sifat pada hakikatnya adalah hubungan sebab akibat yang saling terkait dan saling menerangkan antara keduanya. Keberadaan sifat disebabkan karena adanya dzat dan keberadaan dzat hanya bisa dinyatakan dengan adanya sifat, sehingga melalui hubungan tersebut Tuhan telah membukakan satu celah yang bisa dimasuki oleh akal manusia untuk mengetahu hakikat dzat-Nya dengan benar. Sebelum melanjutkan kepada kajian tentang pemahaman sifat Allah, yang pertama yang harus diyakini tentang kajian sifat Allah itu adalah bahwa sifat yang dimiliki Allah adalah sifat yang maha sempurna yang tidak dimiliki oleh selain Allah.
DARI SINI PENJELASAN DZAT LAHIR ATAS SIFAT ALLAH YANG MANA TERLIHAT DALAM QALBU INSAN YANG MANA ILLAH ALIRKAN KEDALAM QALBU HAMBA HAMBA NYA INSAN INSAN SOLEHIN DAN BERIMAN.,.,,., SEBAGAI MANA SIFAT ALLAH MAHA PENGASIH DZAT ALLAH YANG MAHA BERUPA NUR DALAM QALBU INSAN TERLIHAT SEBAGAI MANA INSAN CONTOH NABI MUHAMAT YANG MANA BERSIFAT PENYAYANG DAN PENGASIH,..,., SEBAGAI MANA ABU HASAN YANG MENULIS KITAB KITAB SIFAT 20 SIFAT SIFAT ALLAH YANG WAHJIB 20 SIFAT MUSTAHIL 20 SIFAT 1SIFAT HARUS BAGI ALLAH KESELURUHAN 41 SIFAT SIFAT ALLAH KITAB TULISAN ABU HASAN ASR-ARIYAH PENGASAS ILMU TAUHID SIFAT 20 ALLAH BERUPA DZAT., Imam Abu Hasan Ali al Asy-ary dan Imam Abu Mansur al Muturidi sebagai pelopor berdirinya faham Ahlul Sunnah Wal Jamaah telah menerangkan sebagai sebuah syariat bahwa sifat Allah itu dikelompokkan menjadi 41 ( empat puluh satu ) sifat dan dikelompokkan lagi menjadi 4 ( empat ) kelompok besar yaitu :Ketika bayi di Alam Rahim [di dalam air ketuban] belum ada nyawa, baru ada hidup yaitu adanya RUH, RASA pendengaran dan Nafsu Muthmainah, dari Alam Rahim bayi pindah ke Alam Dunia, dan SIFAT FITRAH RUH berubah sifat menjadi ROH, ketika kontak dengan Alam Dunia itulah adanya NYAWA, nyawa adalah DARAH ada di bawah kulit di atas permukaan daging, adanya NAFAS adalah adanya HIDUP, adanya HIDUP adalah karena adanya DZAT dan SIFAT. Allah – Muhammad – Adam = “ Wa nahnu aqrobbu ilaihi min hablil wariid “ = Sifat -sifat diri 4. ALAM ILMU di telusuri dari kenyataan DZAT, SIFAT, dan ASMA Allah, yang keempatnya AF’AL Maha Suci, yaitu Alam Ilmu, API – ANGIN – AIR – BUMI disebut ARWAH yang menjadikan RUH dan DARAH, bibit Adam Manusia, jadi, Api, Angin, Air, Bumi adalah dari sinarnya Nur Ilmu Rasulullah, Af’alnya Allah Yang Maha Agung, buktinya kekuasaan Allah adalah adanya Alam Dunia dari Nur Ilmu Rasulullah cahaya yang empat. Cahaya MERAH sinarnya menjadi API Cahaya KUNING sinarnya menjadi ANGIN Cahaya PUTIH sinarnya menjadi AIR Cahaya HITAM sinarnya menjadi BUMI Dari cahaya empat rupa itu, dihidupkan oleh sinarnya Matahari, sifatnya yaitu terang, jika di dunia tidak ada terang, manusia dan tumbuhan akan mati, akan tetapi Matahari tadi tidak akan terang, jika tidak terkena sinar Dzat Sifat-Nya, tidak ada bedanya lahir dan baathin, di dhohirnya menjadi nyata, API, ANGIN, AIR, BUMI Sifat Jinn [API] di dalam darah (Sifat darah ), seorang guru wajib menguasai 12 pan Ilmu, jika ilmunya tidak ma’sum, maka dikhawatirkan bangsa mahluk halus akan ikut-ikutan nyusup/masuk ke dalam pengamalan, sehingga seseorang itu tidak merasa bahwa di dalam dirinya sudah di tempati oleh Jinn, merasa berilmu padahal Jinn yang mengendalikan. Sifat Nur Ilmu adalah cahaya yang menerangi hati dan mengeluarkannya dari kegelapan serta membawanya untuk menyaksikan sesuatu dalam keadaannya yang asli. Apabila cahaya atau latifah di diri sudah membuka tirai dan cahaya terang telah bersinar, maka mata baathin dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Semakin terang cahaya Illahi yang diterima oleh hati akan menambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya. Pengetahuan yang diperoleh melalui pandangan mata baathin yang bersumber dari Cahaya Awwal/Jauhar Awwal Rasulullah/Ruh Ilmu Rasulullah inilah yang dinamakan Ilmu Ladunni/Ilmu Sifat/Ilmu Syafa’at/Ilmu Shalat.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan