Seawal penciptaan adam dan setelah perbalahan demi pertikaian dari malaikat allah hingga bumi lalu setelah adam siap berupa tanah liat kering datang iblis menjelah segenap tubuh rongga adam dan akhir nya proses pertama siap sempurna adam berupa tanah liat yang berbentuk insan sempurna dan dengan bentuk keindahan lahir dari tanggan allah di letak di hadapan pintu syurga .,., lalu proses kedua adam di masukkan roh yang mana berupa lahir dari keturunan roh nur muhamat yang mana allah jadikan seawal awal penciptaan allah yang mana berupa dzat yang maha qodim.,.,., dari sini lahir lah insan yang mana allah nama kan dengan insan atau adam dalam quran qarim Dengan memanfaatkan al-Quran dan riwayat-riwayat secara pasti manusia disebut sebagai “insan yang pasti adam ketika mana di masukkan roh dan allah hidup kan adam dari tanah liat lalu berubah menjadi manusia yang sempurna sifat dan kudrat dari kudrat allah saw,.,.,. dari sini adam di masukkan dalam syurga dalam rupa bentuk insan dan bernyawa namun masih belum allah sawt jadikan akal dan nafsu pada adam .,., setelah siap adam di masukkan kedalam syurga dan allah memerintah akal sebagai mana firman allah sawt,.., Menurut tinjauan Al-Qur’an akal adalah Hujjah atau dengan kata lain merupakan anugerah Allah SWT.
Dengannya manusia dibedakan dari makhluk lain. Akal juga merupakan alat yang dapat menyampaikan kebenaran dan sekaligus sebagai pembukti dan pembeda antara yang haq dan yang bathil, serta apa yang ditemukannya dapat dipastikan kebenarannya.Selaras dengan kitab suci Al-Qur’an, Rasulullah SAW juga bersabda :“yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah akal, lalu Allah berkata kepadanya “datanglah kemari”, maka akalpun datang kepadanya, kata Allah : “demi kemuliaan serta keagunganku, tidaklah aku mengambil dan dengan engkaulah aku memberi. Dengan engkau aku memberikan pahala dan dengan engkaulah aku memberi hukuman.” Sabda Rasulullah SAW yang lainnya adalah: “aku bertanya pada jibril apakah yang dinamaan kepemimpinan itu?” jibril menjawab: “akal.” Hakikat akal adalah naluri yang dipergunakan untuk memahami pengetahuan-pengetahuan yang bersifat teoritis, seolah-olah akal itu adalah cahaya yan dimasukkan kedalam jiwa sehingga manusia siap memahami sesuatu. Jika akal kia dijadikan sebuah naluri yang luar biasa terhadap daya cipta dan karya kita. Menggunakan akal, yaitu pikiran/akal bukanlah sebuah wadah yang harus diisi melainkan api yang harus dinyalakan. Hormonhormon yang ada dalam akal sangat mudah beraksi, sehingga ketika kita berpikir untuk menjadi besar, maka kita benar-benar akan mendapatkannya, tentunya melalui proses.sebagai mana ayat al-anfat ayat 22''Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.ayat ini allah menjelas kan adam mahluk yang allah jadikan berakal dan setelah akal di tiup kedalam tubuh adam maka allah sawt memanggil seluruh malaikat langgit tertinggi menghadap termasuk iblis dan datang untuk berhujah dengan mahluk pertama bersifat dengan kesempurnaan allah lahir dari maha berkuasa dan maha sempurna allah sawt.,,.
Allah hendak menghilangkan pandangan serong para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmah-Nya yang menyatakan Adam sebagai penguasa bumi, maka diajarkan kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta, kemudian ditunjukkan benda-benda itu di hadapan para malaikat lalu mencabar malaikat menyebut nama itu untuk kalahkan Adam. Para malaikat tidak berdaya menyahut cabaran Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka dan mengaku ketidaktahuaan mereka dengan mengatakan yang mereka tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajarkan mereka. Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahu nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahu oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka bahawa Dia sahaja yang mengetahui rahsia langit dan bumi serta mengetahui apa yang zahir dan tersembunyi.dan dengan itu allah sawt memerintahkan seluruh malaikat dan iblis menunduk hormat keatas adam sebagai tanda mahluk ciptaan allah yang paling sempurna dan berakal.,.,,.Ketika semua makhluk syurga sujud kepada keagungan Allah itu, Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah kerana merasa dirinya lebih mulia, lebih utama dan lebih agung dari Adam. Demikian halnya adalah disebabkan Iblis diciptakan dari unsur api sedangkan Adam hanyalah dari tanah dan lumpur. Kebanggaan dengan asal-usulnya menjadikannya sombong dan tidak layak untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun telah diperintah oleh Allah.
Disebabkan oleh kesombongan, kebongkakan dan keengganan melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusirnya dari syurga dan mengeluarkannya daripada barisan malaikat disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat. Di samping itu, dia telah dijamin sebagai penghuni neraka. Iblis dengan sombongnya menerima hukuman Tuhan itu dan dia hanya bermohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal sehingga hari kemusnahan alam. Allah memperkenankan permohonannya itu. Tanpa berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, dia sebaliknya mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai punca terusirnya dia dari syurga, dan akan datang kepada anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan mengikutinya menempuh jalan yang sesat. Kemudian, Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu sambil melaknatnya. Allah berkata bahawa Iblis tidak akan berjaya menyesatkan hamba-Nya yang beriman dengan sepenuh hati.Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Allah telah menjadikan Nabi Adam setinggi enam puluh hasta. Setelah menciptakannya Allah berfirman: Pergi dan berikan salam kepada kumpulan itu. Mereka adalah sekumpulan Malaikat yang sedang duduk, maka dengarlah jawapan mereka kepadamu kerana salam itu adalah salam penghormatan untukmu dan keturunanmu. Maka Nabi Adam pergi dan mengucapkan: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ Mereka menjawab: السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ Mereka menambahkan وَرَحْمَةُ اللَّهِ Maka rupa bentuk setiap manusia yang akan memasuki Syurga adalah seperti Nabi Adam. Ketinggiannya enam puluh hasta. Setelah Nabi Adam, rupa bentuk (ketinggian) manusia terus berkurang hingga sekarang Nombor Hadis Dalam Sahih Muslim [Dalam Bahasa Arab sahaja]: 5075
DAN DARI SINI KEKAL LAH ADAM YANG BERAKAL SEMPURNA SIFAT INSAN PADA NYA TINGGAL DALAM SYURGA BERSENDIRIAN ., DAN IBLIS TERLAKNAT OLEH ALLAH KERNA KEEGGANAN IBLIS MENUNDUK HORMAT PADA MAHLUK CIPTAAN ALLAH SAWT YANG BERSIFAT KESEMPURNAAN,.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan