SETELAH KEWAFATAN RASULULLAH SAW' MAKA LAHIR IMAM PERTAMA ADALAH IMAM ALI BIN ABI TALIB,.., LALU IMAM KEDUA IMAM HASAN BIN ALI .,., DAN IMAM KETIGA IMAM HUSIN BIN ALI ,.. Sayyidina Ali bin Abi Talib (Bahasa Arab: علي بن أبي طالب; 13 Rejab, 22 atau 16 SH – 21 Ramadan, 40 H; 20 September 601[1] atau 17 Julai 607 – 31 Januari 661 Masihi)[2]) ialah sepupu dan menantu Nabi Muhammad s.a.w. selepas mengahwini puteri Rasulullah s.a.w. iaitu Fatimah Az-Zahra. Beliau merupakan Khulafa al-Rasyidin yang keempat, memerintah dari tahun 656 hingga 661 Masihi. Penganut Syiah mengganggap beliau sebagai Imam pertama dan waris sah selepas Rasulullah SAW.
SEBAGAI MANA WAJIB BAGI KITA PERCAYA BAHAWA AKAN LAHIR DARI IMAM KE 12 IMAM MAHDI DARI SALASILAH IMAM ALI DAN KELUARGA RASULULLAH AHLUL BAIT., Imam pertamanya adalah Imam Ali ra. dan pemimpin terakhir mereka adalah Imam Mahdi Al-Muntazhar (Imam Mahdi yang ditunggu), seorang Imam yang muncul pada tahun 868 dan kemudian menghilang. Para pengikut Itsna Asyariyyah yakin bahwa Imam Mahdi akan kembali untuk menghadapi dajjal dan akan membangun pemerintahan Islam.
BAGI KITA ORANG MELAYU ISLAM BERAQIDAH Asyariyyah DARI ABU HASAN mendasarkan hukum mereka (Syariah) pada al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Perbedaan antara hukum syariah Sunni dan Syiah terletak pada keyakinan bahwa Nabi Muhammad memberikan Ali ra. sebagai pemimpin pertama setelah Nabi Muhammad saw.AQIDAH Asyariyyah tidak membolehkan taklid (keyakinan yang buta), tetapi setiap mereka yang sudah mukallaf harus mengetahui keyakinan yang sudah ditentukan: Masalah ketauhidan: AQIDAH Asyariyyah meyakini bahwa Allah-lah pencipta, menciptakan Adam langsung dengan tangan-Nya, kemudian menghidupkannya, memberinya rizki dan mematikannya. Juga memberi manusia sakit dan ujian, semua atas kekuasaan-Nya (QS Yasin:82). Mereka juga percaya bahwa Allah Maha Kuasa, Allah Maha Esa, Allah tidak terlihat dan tidak tergambar secara lahiriah oleh manusia. Secara tauhid, mereka sama dengan umat Islam pada umumnya.[3][4] Masalah keadilan:
AQIDAH Asyariyyah meyakini bahwa Allah tidak menganiaya satupun dari hamba-Nya, dan setiap hamba-Nya diberikan rizki sesuai yang dibutuhkannya. Masalah kenabian: BERAQIDAH Asyariyyah meyakini bahwa rasul terakhir umat Islam adalah Rasulullah Muhammad saw. dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw. adalah wajib, seperti yang tercantum di Al-Qur'an (QS Ali 'Imran:85) Masalah imamah: Pengikut Asyariyyah (Syiah Imamiyah) mempercayai bahwa ada sistem kepemimpinan yang disebut imamah yang berasal dari Nabi Muhammad. Imam sendiri bertugas untuk memimpin umat Islam dengan petunjuk dari Allah swt. Dan dalam prinsip ASYARIYYAH disebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan umat Islam tanpa pemimpin. Mereka mempercayai bahwa Imam ma'shum (bebas dari dosa) dan jabatan Imam adalah langsung dari ilham yang didatangkan oleh Allah. Setiap Imam akan berwasiat kepada Imam selanjutnya. Masalah Kebangkitan: Bahwa Allah menghidupkan manusia untuk beramal. Mereka yang beramal baik akan diberikan ganjaran untuk masuk ke surga selamanya, sedangkan yang beramal buruk akan dimasukkan ke neraka selamanya.
Berikut ini adalah keyakinan-keyakinan para pengikut AQIDAH Asyariyyah dalam dua hal yaitu Ushuluddin (prinsip keyakinan) dan Furu' ad-Din (prinsip keagamaan) : Daftar Imam Nomor Penggambaran (Kaligrafi) Modern Nama (Panjang/Panggilan) Gelar (Bahasa Arab/Bahasa Turki)[5] Lahir–Wafat (M/H) Kepetingan Tempat lahir Tempat wafat dan makam
1 Alī.png Ali bin Abi Thalib علي بن أبي طالب
Abu al-Hassan أبو الحسن
Amir al-Mu'minin (Pemimpin orang beriman)[6] Birinci Ali[7] 600–661[6] 23–40[8]
Imam pertama dan pengganti yang berhak atas kekuasaan Nabi Muhammad saw.
Bagaimanapun, para pengikut Sunni menganggap Ali ra. sebagai khalifah ke-empat dalam Khulafaur Rasyidin.
Ali ra. menempati posisi tertinggi hampir di semua tarekat Sufi.[6] Makkah, Arab Saudi[6] Dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam, seorang Khawarij di Kufah, Irak. Imam Ali ra. kepalanya ditebas dengan pedang beracun disaat memimpin shalat subuh.[6][9] Dimakamkan di Masjid Imam Ali, Najaf,
Irak 2 Hassan ibn Ali.jpg|
Hasan bin Ali الحسن بن علي
Abu Muhammad أبو محمد
al-Mujtaba Ikinci Ali[7] 624–680[10] 3–50[11]
Hasan bin Ali adalah cucu tertua Nabi Muhammad lewat Fatimah az-Zahra. Hasan menggantikan kekuasaan ayahnya sebagai khalifah di Kufah. Berdasarkan perjanjian dengan Muawiyah I, Hasan kemudian melepaskan kekuasaannya atas Irak.[12] Madinah, Arab Saudi[10] Diracuni oleh istrinya di Madinah, Arab Saudi atas perintah dari Muawiyah I.[13] Dimakamkan di Pemakaman Baqi. 3 Hhussain ibn ali.jpg Husain bin Ali الحسین بن علي Abu Abdillah أبو عبدالله Sayyid al-Shuhada Ūçüncü Ali[7] 626–680[14] 4–61[15] Husain adalah cucu dari Nabi Muhammad saw. yang dibunuh ketika dalam perjalanan ke Kufah di Karbala.
Husain dibunuh karena menentang Yazid bin Muawiyah. Insiden terbunuhnya Husain di Karbala sampai sekarang menjadi ritual utama dalam Syi'ah.[14][16] Madinah, Arab Saudi[14] Syahid di Karbala.[14] Dimakamkan di Makam Imam Husain di Karbala, Irak 4 Imam sajjad.jpg Ali bin Husain علي بن الحسین Abu Muhammad أبو محمد as-Sajjad, Zainul Abidin [17] Dorduncu Ali[7] 658-9[17] – 712[18] 38[17]–95[18] Pengarang buku Shahifah as-Sajadiyyah yang merupakan buku penting dalam ajaran Syi'ah [18] Madinah, Arab Saudi[17] Menurut kebanyakan ilmuwan Syi'ah, Ali bin Husain diyakini wafat karena diracuni oleh orang suruhan Khalifah al-Walid di Madinah, Arab Saudi[18] Dimakamkan di Pemakaman Baqi. 5 Baqir ibn sajjad.jpg Muhammad al-Baqir محمد بن علي Abu Ja'far أبو جعفر al-Baqirul Ulum (dia yang membagikan ilmu) [19] Besinci Ali[7] 677–732[19] 57–114[19] Sumber dari Sunni dan Syi'ah menyebutkan bahwa Muhammad al-Baqir adalah salah satu pakar fiqih yang memiliki banyak murid pada zamannya.[19][20] Madinah, Arab Saudi[19] Menurut sejumlah ilmuwan Syi'ah, diyakini bahwa Muhammad al-Baqir diracuni oleh Ibrahim bin Walid di Madinah, Arab Saudi, atas perintah Khalifah Hisyam bin Abdul Malik.[18]. Dimakamkan di Pemakaman Baqi. 6 Jaffer-e-Sadiq.jpg Ja'far ash-Shadiq جعفر بن محمد Abu Abdillah أبو عبدالله ash-Shadiq[21] (dia yang jujur) Altinci Ali[7] 702–765[21] 83–148 [21]
Dia mendirikan ajaran Ja'fariyyah dan mengembangkan ajaran Syi'ah. Ia mengajari banyak murid dalam berbagai bidang, di antaranya Imam Abu Hanifah dalam fiqih, dan Jabir bin Hayyan dalam alkimia[21][22][23] Madinah, Arab Saudi[21] Menurut sumber-sumber Syi'ah, dia diracuni atas perintah Khalifah al-Mansur di Madinah, Arab Saudi[21]. Dimakamkan di Pemakaman Baqi. 7 Al-Kazim.jpg Musa al-Kadzim موسی بن جعفر Abu al-Hassan I أبو الحسن الاول [24] al-Kadzim[25] Yedinci Ali[7] 744–799[25] 128–183[25] Pemimpin umat Islam Syi'ah pada saat terjadi perpecahan antara pengikut Ismailiyyah dan pengikut lainnya setelah kematian Ja'far ash-Shadiq[26] Dia membuat sistem pengumpulan ghanimah di daerah Timur Tengah dan Khurasan[27] Madinah, Arab Saudi[25] Dipenjara dan diracuni oleh Harun ar-Rasyid di Baghdad, Irak. Dimakamkan di Baghdad, Irak.[25] 8 Al redah.jpg Ali ar-Ridha علي بن موسی Abu al-Hassan II أبو الحسن الثانی[24] al-Ridha, Reza[28] Sekizinci Ali[7] 765–817[28] 148–203[28] Sebagai putra mahkota oleh Khalifah al-Ma'mun, dan mempelopori diskusi antar-agama.[28] Madinah, Arab Saudi[28] Menurut sumber Syi'ah, dia diracuni oleh Khalifah al-Ma'mun di Mashhad, Iran. Dimakamkan di Makam Imam Reza, Mashhad, Iran[28] 9 Imam Taqi.jpg Muhammad al-Jawad محمد بن علي Abu Ja'far أبو جعفر al-Taqi, al-Jawwad[29] Dokuzuncu Ali[7] 810–835[29] 195–220[29] Dikenal dengan kebaikannya terhadap mereka yang teraniaya pada masa Kekhalifahan Abbasiyah. Madinah, Arab Saudi[29] Diracuni oleh istrinya, anak dari al-Ma'mun di Baghdad, Irak atas perintah Khalifah al-Mu'tashim. Dimakamkan di Makam Kazmain di Baghdad.[29] 10 Imam naqi.jpg Ali al-Hadi علي بن محمد Abu al-Hassan III أبو الحسن الثالث[30] al-Hadi, al-Naqi[30] Onuncu Ali[7] 827–868[30] 212–254[30] Menguatkan jaringan Wali di komunitas Syi'ah. Ali al-Hadi memberikan mereka instruksi, di antaranya untuk membimbing umat dalam beragama dan mengumpulkan seperlima harta ghanimah.[30] Surayya, sebuah desa dekat Madinah, Arab Saudi[30] Menurut sumber Syi'ah, dia diracuni di Samarra atas perintah Khalifah al-Mu'tazz.[31] Dimakamkan di Masjid Al-Askari di Samarra, Irak. 11 Alaskeri.jpg Hasan al-Asykari الحسن بن علي Abu Muhammad أبو محمد al-Asykari[32] Onbirinci Ali[7] 846–874[32] 232–260[32] Pada masanya, umat Syi'ah ditekan dan dibatasi luar biasa oleh Kekhalifahan Abbasiyah dibawah tangan al-Mu'tamid[33] Madinah, Arab Saudi[32] Menurut sumber Syi'ah, dia diracuni di Samarra, Irak atas perintah Khalifah al-Mu'tamid. Ia dimakamkan di Masjid Al-Askari, Samarra[34] 12 Imam Mahdi.png Mahdi محمد بن الحسن Abu al-Qasim أبو القاسم al-Mahdi, Imam Tersembunyi, al-Hujjah [35] Onikinci Ali[7] 868–tidak diketahui[36] 255–tidak diketahui[36] PAHAMAN Asyariyyah, dia adalah imam saat ini dan dialah Imam Mahdi yang dijanjikan.[37] Samarra, Irak[36] Menurut keyakinan Syi'ah, dia sekarang berada di dalam persembunyian dan akan muncul selama Allah mengizinkannya.[36]



Tiada ulasan:
Catat Ulasan