SEBAGAI MANA SEORANG MUKALLAF MAKA DI WAJIBKAN KEATAS MEREKA AGAR MENUNTUT ILMU KEAGAMAAN ALLAH ILMU ILMU MENGENAL ALLAH DAN ILMU TAUHID TASAWUF ,sebagai mana allah berfirman''“Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka untuk menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga. Tidaklah berkumpul suatu kaum disalah satu masjid diantara masjid-masjid Allah, mereka membaca Kitabullah serta saling mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenangan dan rahmat serta diliputi oleh para malaikat. Allah menyebut-nyebut mereka dihadapan para malaikat.” . BAGI KITA UMAT ISLAM PADA AWAL NYA DI PERINGKAT MUSLIM PERMULAAN WAJIB UNTUK MENCARI ILMU DAN MENUNTUT ILM U ATAU MENCARI GURU BERLAJAR ILMU MENGENAL ALLAH,.,. DARI ILMU SIFAT 20 HINGGA ILMU TASAWUF ,
Sebagai mana firman allah sawt dalam quran sebanyak''13ayat;1. Wujud (ada) – dalilnya surah anbiya’ ayat 22 2. Qidam (wujudnya Allah sedia ada) – dalilnya surah al-Hadid ayat 3 3. Baqa'(kekal) – dalilnya surah ar-Rahman (26-27) 4. Mukhalafatuhu Ta’ala lil hawadith (berlainan dgn segala yg baharu) – dalilnya surah syuraa ayat 11 5. Qiamuhu Ta’ala binafsihi (berdiri dgn sendirinya iaitu tidak berhajat kepada lainnya) – dalilnya surah fathir ayat 15 6. Wahdaniah (esa) – dalilnya surah al-Baqarah ayat 163 7. Qudrah (berkuasa) – dalilnya surah nuur ayat 45 8. Iradah (berkehendak) – dalilnya surah yaasin ayat 82 9. Ilmu (mengetahui) – dalilnya surah al-maidah ayat 97 10. Hayat (hidup) – dalilnya surah furqan ayat 58 11. Sama'(mendengar) – surah thaha ayat 46 12. Bashar (melihat) – surah hujurat ayat 18 13 kalam (berkata-kata) – surah an-Nisaa’ ayat 164 . DAN KETIKA MANA IMAN DI TAHAP KEDUA WAJIB BAGI KITA SETIAP MUKALLAF UNTUK KELUAR MENDIRIKAN BILIK BILIK KULWAH BILIK BILIK SULUP SEBAGAI MANA YANG DI TERANG KAN DALAM KITAB HIKAM ,.,.,. DAN BERSULUP DAN DENGAN BERWIRIK DAN SEBAGAI PERMULAAN ORANG TAJDID HINGGA MENDALAMI KEDALAM NUR MUHAMAT SEBAGAI MANA ILMU TAREKAT PARA SAHABAT DAN WALI ALLAH SYEAH ABDUL KADER JALANI,.,
.Sebagai mana firman allah sawt,.(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya, (al-Baqarah, 2: 46).“Sesungguhnya seorang hamba jika berpijak pada tarekat yang baik dalam beribadah, kemudian ia sakit, maka dikatakan (oleh Allâh SWT) kepada malaikat yang mengurusnya, ‘Tulislah untuk orang itu pahala yang sepadan dengan amalnya apabila ia sembuh sampai Aku menyembuhkannya atau mengembalikannya kepada-Ku, (Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 2, halaman: 203).Seandainya mereka istiqamah di atas tarekat niscaya Kami beri minum mereka dengan air yang melimpah (karunia yang banyak): untuk Kami uji mereka di dalamnya, dan barangsiapa tidak mau berdzikir kepada Tuhannya, niscaya Dia menimpakan azab yang sangat pedih, (al-Jinn, 72: 16-17).“Dan dari Sayyidina Ali Karramahullahu wajhahu, beliau berkata: Aku katakana, Ya Rasulallah, manakah jalan/tarekat yang sedekat-dekatnya kepada Allah dan semudah-mudahnya atas hamba Allah dan semulia-mulianya di sisi Allah? Maka sabda Rasulullah, ya Ali, penting atas kamu berkekalan/senantiasa berzikir kepada Allah. Maka berkatalah Ali, tiap orang berzikir kepada Allah. Maka Rasulullah bersabda: Ya Ali, tidak akan terjadi kiamat sehingga tiada tinggal lagi atas permukaan bumi ini, orang-orang yang mengucapkan Allah, Allah, maka sahut Ali kepada Rasulullah, bagaimana caranya aku berzikir ya Rasulullah? Maka Rasulullah bersabda: coba pejamkan kedua matamu dan rapatkan/katubkanlah kedua bibirmu dan naikkanlah lidahmu ke atas dan berkatalah engkau, Allah-Allh. Maka sejenak Rasulullah mengucapkan: Laa Ilaaha Illallaah tiga kali sedangkan kedua matanya tertutup kemudian Ali ajarkan pula kepada Hasan Basri dan dari Hasan Basri diajarkan kepada Habib Al-Ajmi ,dari Al-Habib diajarkan kepada Daud Al-Thaiy, dari Daud diajarkan pula kepada Makhruf Al-Kurahi, dari Makhruf diajarkan pula kepada Junaid Al-Bahdadi. Kemudian timbulah menjadi ilmu pendidikan yang dinamakan dengan ilmu Tarekat atau Tasawuf.
Kemudian Ali ibn Abi Thalib berkata:
رَأَيْتُ رَبِّى بِعَيْنِ قَلْبِى, فَقُلْتُ لاَشَكَّ أَنْتَ أَنْتَ اللهُ
“Kulihat Tuhanku dengan mata hatiku dan akupun berkata: tidak aku ragu, engkau, engkaulah Allah”.
,.., DAN WAJIB BAGI KITA ahli sunah dan beraqidah ab u hasan(asdr-ariyah)SETELAH MENUNTUT ILMU MENGENAL ALLAH LALU ILMU TAREKAT DAN AKHIR NYA ILMU MAGRIFAT HAKIKAT .,sebagai mana firman allah sawt'Sesungguhnya Kami telah amanatkan kepada langit dan bumi serta gunung-gunung, tetapi semua menolak dan enggan menerimanya, maka dipikullah manusia amanat itu, sesungguhnya manusia adalah zhâlim dan jâhil”.[1]a.”Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari nutfah yang tercampur, kemudian Kami mengujinya, maka dari itu Kami menjadikannya mendengar dan melihat”.[3] . MAKA WAJIB LAH BAGI SETIAP MUKALLAF YANG TELAH MENJALANI TAHAP TAHAP YANG TELAH ALLAH TETAPKAN SEBAGAI MANA AQIDAH DAN PAHAMAN ABU HASAN (ASR-ARIYAH ) DAN DI WAJIBKAN KEATAS MUKALLAF YANG TELAH TETAP AKAN AQIDAH NYA DAN PAHMAN NYA DAN TAUHID NYA MAKA ALLAH BERSERU AGAR KELUARLAH UNTUK BERJIHAT MELAWAN DAN MENENTANG ORANG ORANG KAFIR,. YANG MANA SEBAGAI MANA PAHAMAN DAN PANDAGAN IMAM GHAZALI DAN IMAM SYAFIE ,. AGAR MEMERANGGI MUSUH MUSUH ISLAM YANG MENDATANGKAN KEZALIMAN DAN KERUGIAN KEATAS UMAT ISLAM,.,
seabagai mana firman allah sawt''(At-Tawbah):24 - Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.'Āli `Imrān):142 - Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. Abu Hamid Al-Ghazali, dalam kitab beliau yang cukup masyhur “Ihya’ Ulumuddin” menyatakan bahwa poin di atas adalah sesuatu yang diperbolehkan. Al-Ghazali berkata, “Tidak ada perbedaan pendapat akan bolehnya seorang muslim sendirian menceburkan dirinya ke dalam barisan orang-orang kafir walaupun dia tahu dia akan terbunuh.” Akan tetapi beliau mensyaratkan bahwa aksi menceburkan diri ke barisan musuh harus memberikan kerugian kepada musuh dan keberuntungan di pihak kaum muslimin.Hal ini jelas dalam perkataan beliau, “Akan tetapi kalau dia tahu dengan menceburkan diri ke barisan musuh tidak memberikan kerugian yang berarti bagi musuh, maka sama saja hukumnya dengan orang buta yang masuk ke dalam kancah peperangan, hal ini jelas haramnya.” (Ihya’ Ulumuddin 2/319) Dalam tafsir Al-Qurtubi, disebutkan Muhammad bin Al-Hasan berkata, “Seandainya seseorang sendirian melawan seribu orang musyrik, maka hal itu tidak mengapa jika dia yakin dirinya bisa selamat atau setidaknya dia bisa memberikan kerugian kepada musuh.” (Tafsir Al-Qurtubi, 2/364). .,. SEBAGAI KEWAJIBAN KEATAS SETIAP MUKALLAF YANG TELAH BERJAYA MENUNTUT ILMU DAN TELAH TETAP IMAN DAN AQIDAH UNTUK MELAKSANAKAN JIHAT FISABILILLAH DENGAN MEMUSNAHKAN HARTA BENDA ORANG ORANG KAFIR , MENDATANG KAN KETAKUTAN BUAT ORANG KAFIR,.., DAN SEBAGAI MANA JIHAT YANG DI SASARKAN DAN DI SARAN KAN IMAM GHAZALI DAN IMAM SYFIE,.,.., MAKA WAJIB KEATAS NYA BERILMU SEBELUM MELAKSANAKAN JIHAT ,.BERAMAL ,.,. BERIMAN ,.,. BERAQIDAH DAN YANG PENTING PERLU MEMILIKI SEKURANG KURANG NYA 1HINGGA 30 JUZ AYAT QURAN YANG TELAH DIHAFAL,.,. BUAT BEKALAN DALAM PERLAKSANAAN JIHAT FISABILILLAH,.,. DAN SEANDAI NYA GUGUR GUGURNYA SEBAGAI MUJAHIDAH DAN SYUHADAH TERTINGGI DAN BALASAN ALLAH SAWT KEATAS NYA SEBUAH ISTANA DAN 70BIDADARI DI DALAM SETIAP BNILIK DAN SEBUAH NEGERI DALAM SYURGA,.,.,. DAN DI HADAPKAN WAJJAH ALLAH SIANG DAN MALAM TAMPA JEMU MEMANDANG PARA AHLI SYURGA ITU,.,.
SEBAGAI MANA ALLAH SAWT BERFIRMAN''Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabb-nya mereka melihat.. [Al Qiyamah : 22-23'Wahai kaum mukmin, sekali-kali kalian jangan beranggapan bahwa para mujahid yang terbunuh ketika membela Islam itu mati. Mereka itu hidup abadi sisi Tuhan mereka, dan selalu memperoleh rahmat. Para syuhada selalu gembira dengan rahmat yang Allah berikan kepada mereka. Para syuhada selalu diberi kabar gembira tentang saudara-saudaranya yang akan menyusul sesudah mereka. Para syuhada tidak mempunyai rasa takut menghadapi musuh, dan tidak mempunyai rasa sedih kehilangan jiwa dan harta mereka. Para syuhada selalu digembirakan dengan nikmat Allah dan karunia-Nya. Sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang-orang mukmin (QS. Ali Imran 169-171)




Tiada ulasan:
Catat Ulasan