WAJIB BAGI KITA MUKALLAF MEMPERCAYAI ATAU BERIQTIQOD
TENTANG AHLUL BAIT SEBAGAI MANA PAHAM ABU HASSAN ASR-ARIAH,.,.SYIDINA ALI,HUSSIN DAN HASSAN DI RACUN DAN DIBUNUH'''
SYAIDINA ALI HUSSIN DAN HASSAN TERBUNUH SEBAGAI SYUHADAH ''''
Pembunuhan Ali Rashidun Caliph Ali ibn Abi Talib - علي بن أبي طالب.svg Sebuah kaligrafi yang merepresentasikan Ali Lokasi Kufah, Kekhalifahan Rasyidin (sekarang Irak)
Tanggal 26 Januari 661 Target Ali bin Abi Thalib Senjata Pedang Korban tewas Ali bin Abi Thalib Pelaku Abdurrahman bin Muljam
Bismillahirahmanirahim
Bagian dari seri Syi'ah Ibadah dan kepercayaan Tauhid Kitab Suci Nabi dan Rasul Kerasulan Muhammad Keluarga Imam Malaikat Kiamat Duka Cita Muharram Tawassul ·
Ismah Ulama Pandangan Al-Quran ·
Sahabat Hari raya Asyura · Arba'in · Maulid Idul Fitri · Idul Adha Idul Ghadir Idul Mubahila Sejarah Dua Belas Imam · Ismāʿīlī · Zaidi Ayat pensucian Mubahala · Dua benda Khumm · Rumah Fatimah Fitnah Pertama · Fitnah Kedua Perang Karbala Ahlul Kisa Muhammad · Ali · Fatimah Hasan · Hussein Daftar sahabat Syiah Wanita suci Fatimah · Khadijah binti Khuwailid ·
Zainab binti Ali · Fatimah binti al-Hasan · Sukayna binti Husain · Rubab · Shahrbanu · Nijmah · Fātimah binti Mūsā · Hakimah Khātūn · Narjis · Fatimah binti Asad · Farwah binti al-Qasim · l b s
Pembunuhan Ali ibn Abi Talib - Painter: Yousef Abdinejad Ali bin Abi Thalib, khalifah keempat Kekhalifahan Rasyidin dan Imam Syi'ah pertama,
Dibunuh oleh seorang Khawarij bernama Abdurrahman bin Muljam pada tanggal 26 Januari 661 di Masjid Agung Kufah. Ali, yang pada saat itu berumur 62 atau 63 tahun, meninggal karena luka-lukanya, dua hari setelah Abdurrahman bin Muljam memukul kepalanya dengan pedang yang dilapisi racun, pada tanggal 21 (atau 19) Ramadan 40 Hijriyah (28 Januari 661 M).
Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah SAW ini meninggal tepat hari Jumat tanggal 10 Muharram 61 H. Ia bersama 72 orang lainnya terbunuh saat berperang dengan pasukan suruhan Abdullah bin Ziyad yang dipimpin Umar bin Sa’ad. Korban dari Ibnu Sa’ad sendiri berjumlah 88 orang.
Selain Husein, saudara-saudaranya yang menjadi korban di antaranya Ja’far, Abbas, Abu Bakar, Muhammad, dan Utsman. Jika dihitung keseluruhan, korban meninggal dari keluarga Rasulullah SAW berjumlah 18 orang. Termasuk putera-putera Hasan dan Husein sendiri.
Ali bin Abi Thalib dibunuh dengan zalim, dan anak beliau, Husain hidup selama 21 tahun sepeninggalnya. Husain sama sekali tidak membuat peringatan duka cita atas meninggalnya sang ayah. Lantas, kenapa Syiah tidak melakukan peringatan yang sama kepada Ali, sebagaimana mereka memperingati hari kematian Husain
[1] Ali adalah khalifah ketiga secara berturut-turut, setelah Umar dan Utsman, yang dibunuh. Ali menjadi khalifah setelah terbunuhnya Utsman pada tahun 656. Namun, dia menghadapi tentangan dari berbagai faksi termasuk Gubernur Syam, Muawiyah bin Abu Sufyan. Sebuah perang sipil, yang disebut Fitnah Pertama, terjadi di negara Islam awal yang mengakibatkan penggulingan Khalifah Rasyidin dan berdirinya dinasti Umayyah. Hal ini dimulai ketika Khalifah Utsman bin Affan dibunuh pada tahun 656 dan kemudian dilanjutkan melalui pemerintahan Ali selama empat tahun.
[2] Setelah Ali setuju untuk melakukan arbitrase dengan Muawiyah bin Abu Sufyan pada saat Pertempuran Shiffin (657), sebuah pemberontakan terjadi terhadap Ali yang dilakukan oleh beberapa anggota tentaranya, yang kemudian dikenal sebagai Khawarij ("mereka yang keluar").
[3]:390 Mereka membunuh beberapa pendukung Ali, namun mereka dihancurkan oleh pasukan Ali pada Pertempuran Nahrawan pada bulan Juli 658.
[4]:260–261 Abdurrahman bin Muljam bertemu dengan dua orang Khawarij lainnya yaitu Al-Burak bin Abdillah dan Amru bin Bakr at-Tamimi di Mekkah, dan menyimpulkan bahwa situasi umat Islam pada saat itu disebabkan oleh kesalahan Ali, Muawiyah dan Amru bin Ash, Gubernur Mesir. Mereka memutuskan untuk membunuh ketiganya agar menyelesaikan "situasi menyedihkan" pada masa mereka dan juga membalas dendam kepada teman-temannya yang terbunuh di Nahrawan. Bertujuan untuk membunuh Ali, Abdurrahman bin Muljam menuju Kufah di mana dia jatuh cinta pada seorang wanita yang saudara dan ayahnya meninggal di Nahrawan. Wanita tersebut setuju untuk menikah dengannya jika saja dia bisa membunuh Ali. Akibatnya, Ali ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam di Masjid Agung Kufah. Setelah kematian Ali, Abdurrahman bin Muljam dihukum mati sebagai pembalasan oleh Hasan bin Ali
.[5] Pembunuhan Hassan dan Hussein telah disampaikan oleh Jibrail kepada junjungan kita Nabi Muhammad semasa Hassan dan Hussein masih hidup lagi. Perkara ini diperlihatkan apabila Jibrail membawa juadah dari syurga untuk Hassan dan Hussein. Juadah itu adalah berupa anggur dan ketika juadah itu melalui kerongkong Hassan dan Hussein, diperlihatkan Allah jalur Hijau dikerongkong Hassan dan Jalur merah dikerongkong Hussein. Ketika itu, Nabi Muhammad, Jibrail, Hassan dan Hussein berada didalam masjid Nabawi. Hassan dan Hussein berada di kanan dan kiri peha Jibrail yang ketika itu menyerupai manusia. Jibrail ketika itu memberitahu berita sedih kepada nabi Muhammad tentang peristiwa yang akan melanda anak cucunya. Jibrail memberitahu Nabi Muhammad, bahawa Hassan akan meninggal dari racun dan Hussein akan meninggal dalam keadaan berdarah. Sedihlah Nabi Muhammad junjungan kita.
TENTANG AHLUL BAIT SEBAGAI MANA PAHAM ABU HASSAN ASR-ARIAH,.,.SYIDINA ALI,HUSSIN DAN HASSAN DI RACUN DAN DIBUNUH'''
SYAIDINA ALI HUSSIN DAN HASSAN TERBUNUH SEBAGAI SYUHADAH ''''
Pembunuhan Ali Rashidun Caliph Ali ibn Abi Talib - علي بن أبي طالب.svg Sebuah kaligrafi yang merepresentasikan Ali Lokasi Kufah, Kekhalifahan Rasyidin (sekarang Irak)
Tanggal 26 Januari 661 Target Ali bin Abi Thalib Senjata Pedang Korban tewas Ali bin Abi Thalib Pelaku Abdurrahman bin Muljam
Bismillahirahmanirahim
Bagian dari seri Syi'ah Ibadah dan kepercayaan Tauhid Kitab Suci Nabi dan Rasul Kerasulan Muhammad Keluarga Imam Malaikat Kiamat Duka Cita Muharram Tawassul ·
Ismah Ulama Pandangan Al-Quran ·
Sahabat Hari raya Asyura · Arba'in · Maulid Idul Fitri · Idul Adha Idul Ghadir Idul Mubahila Sejarah Dua Belas Imam · Ismāʿīlī · Zaidi Ayat pensucian Mubahala · Dua benda Khumm · Rumah Fatimah Fitnah Pertama · Fitnah Kedua Perang Karbala Ahlul Kisa Muhammad · Ali · Fatimah Hasan · Hussein Daftar sahabat Syiah Wanita suci Fatimah · Khadijah binti Khuwailid ·
Zainab binti Ali · Fatimah binti al-Hasan · Sukayna binti Husain · Rubab · Shahrbanu · Nijmah · Fātimah binti Mūsā · Hakimah Khātūn · Narjis · Fatimah binti Asad · Farwah binti al-Qasim · l b s
Pembunuhan Ali ibn Abi Talib - Painter: Yousef Abdinejad Ali bin Abi Thalib, khalifah keempat Kekhalifahan Rasyidin dan Imam Syi'ah pertama,
Dibunuh oleh seorang Khawarij bernama Abdurrahman bin Muljam pada tanggal 26 Januari 661 di Masjid Agung Kufah. Ali, yang pada saat itu berumur 62 atau 63 tahun, meninggal karena luka-lukanya, dua hari setelah Abdurrahman bin Muljam memukul kepalanya dengan pedang yang dilapisi racun, pada tanggal 21 (atau 19) Ramadan 40 Hijriyah (28 Januari 661 M).
Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah SAW ini meninggal tepat hari Jumat tanggal 10 Muharram 61 H. Ia bersama 72 orang lainnya terbunuh saat berperang dengan pasukan suruhan Abdullah bin Ziyad yang dipimpin Umar bin Sa’ad. Korban dari Ibnu Sa’ad sendiri berjumlah 88 orang.
Selain Husein, saudara-saudaranya yang menjadi korban di antaranya Ja’far, Abbas, Abu Bakar, Muhammad, dan Utsman. Jika dihitung keseluruhan, korban meninggal dari keluarga Rasulullah SAW berjumlah 18 orang. Termasuk putera-putera Hasan dan Husein sendiri.Ali bin Abi Thalib dibunuh dengan zalim, dan anak beliau, Husain hidup selama 21 tahun sepeninggalnya. Husain sama sekali tidak membuat peringatan duka cita atas meninggalnya sang ayah. Lantas, kenapa Syiah tidak melakukan peringatan yang sama kepada Ali, sebagaimana mereka memperingati hari kematian Husain
[1] Ali adalah khalifah ketiga secara berturut-turut, setelah Umar dan Utsman, yang dibunuh. Ali menjadi khalifah setelah terbunuhnya Utsman pada tahun 656. Namun, dia menghadapi tentangan dari berbagai faksi termasuk Gubernur Syam, Muawiyah bin Abu Sufyan. Sebuah perang sipil, yang disebut Fitnah Pertama, terjadi di negara Islam awal yang mengakibatkan penggulingan Khalifah Rasyidin dan berdirinya dinasti Umayyah. Hal ini dimulai ketika Khalifah Utsman bin Affan dibunuh pada tahun 656 dan kemudian dilanjutkan melalui pemerintahan Ali selama empat tahun.
[2] Setelah Ali setuju untuk melakukan arbitrase dengan Muawiyah bin Abu Sufyan pada saat Pertempuran Shiffin (657), sebuah pemberontakan terjadi terhadap Ali yang dilakukan oleh beberapa anggota tentaranya, yang kemudian dikenal sebagai Khawarij ("mereka yang keluar").
[3]:390 Mereka membunuh beberapa pendukung Ali, namun mereka dihancurkan oleh pasukan Ali pada Pertempuran Nahrawan pada bulan Juli 658.
[4]:260–261 Abdurrahman bin Muljam bertemu dengan dua orang Khawarij lainnya yaitu Al-Burak bin Abdillah dan Amru bin Bakr at-Tamimi di Mekkah, dan menyimpulkan bahwa situasi umat Islam pada saat itu disebabkan oleh kesalahan Ali, Muawiyah dan Amru bin Ash, Gubernur Mesir. Mereka memutuskan untuk membunuh ketiganya agar menyelesaikan "situasi menyedihkan" pada masa mereka dan juga membalas dendam kepada teman-temannya yang terbunuh di Nahrawan. Bertujuan untuk membunuh Ali, Abdurrahman bin Muljam menuju Kufah di mana dia jatuh cinta pada seorang wanita yang saudara dan ayahnya meninggal di Nahrawan. Wanita tersebut setuju untuk menikah dengannya jika saja dia bisa membunuh Ali. Akibatnya, Ali ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam di Masjid Agung Kufah. Setelah kematian Ali, Abdurrahman bin Muljam dihukum mati sebagai pembalasan oleh Hasan bin Ali
.[5] Pembunuhan Hassan dan Hussein telah disampaikan oleh Jibrail kepada junjungan kita Nabi Muhammad semasa Hassan dan Hussein masih hidup lagi. Perkara ini diperlihatkan apabila Jibrail membawa juadah dari syurga untuk Hassan dan Hussein. Juadah itu adalah berupa anggur dan ketika juadah itu melalui kerongkong Hassan dan Hussein, diperlihatkan Allah jalur Hijau dikerongkong Hassan dan Jalur merah dikerongkong Hussein. Ketika itu, Nabi Muhammad, Jibrail, Hassan dan Hussein berada didalam masjid Nabawi. Hassan dan Hussein berada di kanan dan kiri peha Jibrail yang ketika itu menyerupai manusia. Jibrail ketika itu memberitahu berita sedih kepada nabi Muhammad tentang peristiwa yang akan melanda anak cucunya. Jibrail memberitahu Nabi Muhammad, bahawa Hassan akan meninggal dari racun dan Hussein akan meninggal dalam keadaan berdarah. Sedihlah Nabi Muhammad junjungan kita.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan