Jumaat, 13 Julai 2018

SIBGAH ALLAH (CELUPAN ALLAH)


     SEBAGAI MANA KITA beraqidah abu hasan (asr-ariyah) WAJIB PERCAYA AKAN QADAK DAN QADAR ,, SEBEGITU JUA DENGAN SIBGAH ALLAH (CELUPAN ALLAH) SEBAGAI MANA AYAT YANG MENYATAKAN TENTANG SIBGAH ALLAH ALLAH BERFIRMAN '“ Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya (selain) daripada Allah? ”
      (QS Al-Baqarah (2) ayat 138). KITA WAJIB BERIMAN AKAN PERKARA GHAIB SEBAGAI MANA CONTOH ADA NYA ALAM JIN DAN ALAM ROH YANG MANA KEDUA NYA DALAM GENGGAMAN TANGGAN ALLAH ,.,..,
     “Shibghah (celupan dari) Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya (selain) daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah”. (QS Al-Baqarah (2) ayat 138) PENGERTIAN SHIBGHAH ALLAH (صِبْغَةَ اللهِ َ) Menurut bahasa, Kata shibghah, diambil dari kata Shabagha yang artinya mewarnai, mencelup, mengecat, membaptis (dalam agama Kristen), dan menenggelamkan; sedang صِبْغَةَ (shibghah) artinya: macam, bentuk, agama, ajaran, kepercayaan, dan baptis (Kamus al-Munawwir, hal. 176). Adapun pengertian Shibghah Allah, dalam Tafsir Umdatu Tafsir (juz 1, hal. 178) adalah Dien Allah, Fitrah Allah dan Millah Ibrahim.
      Syekh Musthafa Al-Maraghi menjelaskan Shibghah Allah: “Allah telah mencelup kita dan telah mem-fitrah-kan kita (menciptakan kita pada awal kejadian), sebagai persiapan kita untuk menerima kebenaran dan mengimani segala apa yang dibawa para nabi dan Rasul-rasul. Maka janganlah kita mengikuti; pendapat sesat pemimpin, Hawa nafsu tokoh-tokoh masyarakat dan taqlied (taat buta) kepada peraturan buatan manusia. Shibghah Allah adalah perhiasan indah bagi kita yang dengannya kita larut kepadanya, seperti larutnya warna celupan kepada kain”. (Tafsir Al-Maraghi juz 1, hal. 217) HUBUNGAN (NISBAH) AYAT-AYAT.
       Ayat sebelumnya (ayat 135) menjelaskan perselisihan kaum Yahudi dan Nashrani yang mengklaim sebagai kaum yang mendapat petunjuk Allah SWT. Akan tetapi Allah SWT membantah keduanya dan memberi klarifikasi bahwa yang mendapat petunjuk adalah yang berpegang kepada Millah (Agama) Ibrahim AS, dan dikuatkan dengan fakta bahwa Ibrahim bukanlah orang Musyrik. Ayat selanjutnya (ayat 136), memberi amar (perintah) agar N. Muhammad SAW mengajak mereka untuk beriman kepada ALLAH dan KITAB ALLAH. Dan agar N. Muhammad SAW menyatakan, dengan dasar Iman (Tauhid) tersebut, bahwa kami Ber-ISLAM (taat kepada Syari’at) Allah.
      Ayat ini juga sekaligus menjelaskan bahwa Millah Ibrahim adalah Ad-Dien Islam (Aqidah dan syari’at Islam). Kemudian dalam ayat 137, Allah SWT menegaskan bahwa hanya dengan berIMAN kepada Allah SWT dan Kitab-Nya, sebagaimana Imannya N. Muhammad dan para Sahabat-lah, mereka (kaum Yahudi dan nashrani) mendapat petunjuk Allah. Bukan hanya berdasar klaim (pengakuan) semata. Allah SWT juga menjelaskan garis pemisah (furqan), bagi siapapun yang berpaling dari Dien (Agama) Islam. Penjelasan berikutnya (ayat 138) adalah menjelaskan siapa manusia terbaik menurut Allah. Yaitu manusia yang tershibghah (tercelup) dengan Shibghah (celupan) yang terbaik, yaitu Shibghah Allah / celupan dari Allah; yaitu Ad-Dien Islam (Aqidah / Tauhid dan Syari’at Islam).
      DARI AYAT AYAT DAN TAFSIR ULAMAK DI ATAS MENJELASKAN MAKNA MENDALAM SIBGAH ALLAH (CELUPAN ALLAH) BAGI MEMUDAHKAN PAHAMAN CONTOH ; seorang insan ketika mana dalam tidur nya roh nya dalam genggaman tanggan allah yakni di perhentian roh orang mati dengan yang hidup dan di sini jua tempat pertemuan antara roh orang mati dan orang yang hidup ,. dan ketika mana banggun maka kembali roh orng yang hidup kedalam jasat nya dan roh orang yang mati ke tempat nya di dalam genggaman allah sawt.,,.,. seorang insan bila mana masuk alam mimpi sebagai mana jin masuk kedalam alam manusia dan alam jin dan alam manusia adalah dalam genggaman allah dan terpisah antara kedua alam roh manusia dan jin yang mana hanya allah yang maha mengetahui .,,.,. dan jin yang masuk kealam manusia bila mana tersedar dalam alam manusia dan akan kembali ke alam jin dan tiada yang membawa akan sesuatu roh itu melaikan dengan sibgah allah .,,. tampa ada satu alam bertemu antara satu sama lain .,,.,. sebagai mana celupan allah keatas setiap roh dan jin sebegitu jua seluruh mahluk ciptaan nya,..,,.
    SEBAGAI MANA WAJIB BAGI KITA PERCAYA BAHAWA ALLAH ITU TUHAN YANG TIADA BERSEKUTU ATAU BERIBU BAPAK .,,. TIADA BERANAK DAN BINI ,.,. TIADA TULI BISU PEKAK BODOH BUTA BANGGANG DAN WAJIB BAGI ALLAH ITU MAHA MENGETAHUI.,.,., 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

WAJIB PERCAYA SIBGAH ALLAH DENGAN YAKIN,..,,.

SEBAGAI MANA WAJIB KEATAS SETIAP MUKALLAF YANG MANA PERCAYA BAHAWA SETIAP SESUATU ADALAH BERLAKU ENGAN SUBGAH ALLAH (YAKNI TAKDIR QADDA...