SEBAGAI MANA WAJIB KEATAS KITA ''BERPAHAMAN ABU HASAN (ASR-ARIYAH ) YANG MANA ''ANAK MURIT IMAM SYAFIE ''BERMAZHAF MUKTAZILAH AHLUL BAIT DAN BERTAUBAT DARI MUKTAZILAH DAN MENYEBAR MAZHAF PAHAMAN ASR-ARIYAH ''KETIKA MANA ZAMAN KEKALUTAN HADIS DAN PENYELEWENGAN PAHAMAN DALAM MAZHAF SYAFIEAH''.
SEBAGAI MANA MAZHAF AHLUL BAIT DARI SYEAH ABDUL KADER YANG DATANG KETANAH MELAYU DENGAN ALIRAH TAREKAT DAN TASAWUF.BAGI KITA PAHAMAN ASR-ARIYAH YANG MANA DI BAWA DARI AHLUL BAIT ABU HASAN YANG MANA DARI KETURUNAN HASSAN CUCU NABI9 IMAM KE2 DAN SEAH ABDULKADER AHLUL DARI KETURUNAN FATIMAH ''WAJIB BERPEGANG TEGUH ALIRAN AQIDAH SIFAT 20'' NUR MUHAMAD'' ILMU QALAM'' DAN TAREKAT QODARIYAH.'' DAN WAJIB BAGI KITA PAHAMAN ABU HASAN ''ASR-ARIYAH ''KETAHU BAHAWA SIBGAH ALLAH ITU ADALAH ''CELUPAN ALLAH'' YANG MANA MENCORAKKAN KEPERBADIAN DAN PERJALANAN HIDUP SETIAP MAHLUK NYA SEDARI JIN HINGGA ROH YANG HIDUP DAN YANG MATI ,.,..,
BAGI MEMAHAMKAN LEBIH MENDALAM TENTANG PAHAMAN ''SIBGAH ALLAH YANG MANA ''CELUPAN ALLAH''.SEBAGAI MANA ROH ORANG MATI DAN ROH ORANG YANG SEDANG BERMIMPI DALAM GENGGAMAN ''TANGGAN ALLAH'' DAN TIADA TERCAMPUR ANTARA SATU SAMA LAIN YANG MATI PULANG KEALAM AKIRAT DAN YANG HIDUP PULANG KE JASAT ''
SEBEGITU JUA ALAM JIN DAN IBLIS YANG MANA MASING MASING DALAM GENGGAMAN DAN SIBGAH ALLAH YANG MANA MASING MASING BERJALAN MENGIKUT CORAK YANG TELAH ALLAH WARNAKAN TAMPA ADA YANG TERLEPAS DARI GENGGAMAN ALLAH YANG MAHA QADIM ,.,.,. SETIAP DETIK DAN SAAT WAKTU DAN MASA PERJALANAN ROH YANG MATI DAN YANG HIDUP DENGAN WARNA MASING MASING DAN PERJALANAN JIN DAN IBLIS DENGAN CORAK DAN WARNA YANG TELAH ALLAH CELUPKAN ,..,
SEUMPAMA LANDASAN KERETA API YANG MANA TIADA SATUI PUN BERADA DI LANDASAN YANG LAIN ATAU LEBIH MUDAH DI PAHAM SEBAGAI MANA MANUSIA JADIKAN PENJARA BAGI ORANG YANG JAHAT DAN TEMPAT PERTEMUAN ANTARA BANDUAN PENJARA DENGAN MANUSIA LUAR YANG BAIK ,. SEBEGITU JUA ALLAH TAK ADA YANG BERCAMPUR GAUL ANTARA SATU SAMA LAIN WALAU RIBUAN JUTAAN ROH YANG MATI DAN RIBUAN JUTAAN ROH YANG HIDUP PERGI BALIK KELUAR MASUK DALAM PERHENTIAN SINGGAHAN ALLAH YANG MANA DALAM GENGGAMAN ALLAH;;
AKAN TAPI TIADA SATU PUN DAN BELUM PERNAH ADA SATU PUN ROH YANG BAGGUN PAGI INI TERTUKAR YANG HIDUP DENGAN YANG MATI KERNA CELUPAN ALLAH ADALAH WARNA YANG TELAH ALLAH TETAPKAN SEBAGAI CORAH HARIAN DAN PERJALANAN ROH ROH DAN JIN JIN DAN IBLIS YANG MANA TAK ADA SATU DAN YANG LAIN MAMPU BERTUKAR ATAU BERUBAH DARI CELUPAN ALLAH SAWT,..,., SEBAGAI MANA ALLAH BERFIRMAN;
Sibgah Allah. Dan siapakah yang lebih baik sibgahnya dari sibghah Allah dan hanya kepadaNyalah Kami menyembah." (Al-Baqarah: 138)DALAM AYAT INI ALLAH MENERANGKAN TENTANG WARNA WARNA YANG TELAH ALLAH TETAPKAN CORAKKAN KEATAS SETIAP JIWA MAHLUK NYA BAIK JIN MANUSIA IBLIS DAN MAYAT SIMATI.,.,.,.,
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir. (HR. Muslim no. 2392) Sabda Rasulullah di atas, perlu dicermati dengan baik. Tanpa kecermatan dalam membaca titah Kanjeng Nabi di atas, kita bisa tergelincir dalam prasangka. Dan berburuk sangka terhadap pernyataan Nabi yang sahih, jelas tak elok. Tak etis dan akan menuai keburukan-keburukan dalam diri. Dunia itu penjara buat orang beriman itu, maknanya bukan dikerangkeng oleh Allah segala gerak-gerik hidup seorang mukmin tapi diawasi Allah. Jika seorang mukmin merasa diawasi oleh Allah dalam segala gerak hidupnya, niscaya segala laku lampah hidupnya bukan merasa dikerangkeng tapi merasa dituntun Allah. Dituntun untuk mengendalikan segala hawa nafsu dunia agar bisa diarahkan untuk masuk dalam skema aturan yang telah ditetapkan Allah.
Dipenjara itu hakikatnya dilatih untuk taat menuju Nur Allah. Dicelup Allah. Celupan Allah, Sibghatullah. “Wa man ahsanu minallahi sibghah”, dan siapakah yang lebih baik celupannya daripada celupan Allah. Sibghah Allah, celupan Allah. Apa yang dicelup? Hidup itu harus dicelup oleh warna-warna Allah. Apa warna-warna Allah itu? Warna-warna Allah itu tertera secara jelas dalam asmaul husna. Misalnya dicelup dengan sifat RahmanNya, sifat RahimNya. Sifat-sifat itu warna. Sifat itu warna. Muara dari warna itu nurun ala nurin, Cahaya di Atas Cahaya. Sandaran ini mengacu pada Allahu nur al-Samawat wa al-Ardh Ketika kita sudah sampai pada nurun ala nurrin, akan terbaca, terdeteksi aura dalam diri. Seberapa jauh celupan itu, sejauh itulah aura kita. Sibghah Allah itu tentu harus bermuara dari laku diri sehari-hari. Laku lahir kita harus berjalanan beriringan dengan laku batin. Antara gerak bibir, gerak raga harus bergandeng tangan dengan gerak batin. Pengembaraan secara wadag ini, tentu akan juga harus diimbangi pengembaran secara batin. Dalam satu kisah disebutkan bagaimana Sunan Kalijaga menjalani dua perjalanan itu; wadag dan batin. Pengembaraan Sunan Kalijaga secara wadag dibingkai pengembaraan secara batin. Lahirlah suluk Sunan Kalijaga seperti Kidung Rumekso Ing Wengi. Sunan Kalijaga, ia mengembara secara jasad. Dibanting-banting hidupnya untuk mendapatkan sibghah Allah itu, celupan Allah. Sebagaimana tujuan Allah menciptakan manusia, yaitu agar manusia menjadi hamba Allah yang sukses dalam mempersembahkan pengabdiannya kepada Allah. Maka hanya manusia yang sudah tershibghah dengan shibghah Allah-lah yang akan mampu dan sanggup menjadi hamba Allah. Ini dapat difahami dari ujung ayat dari surat Al-Baqarah ayat 138: “Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah”. *** (wakariem)

Tiada ulasan:
Catat Ulasan